Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Sejarah lahirnya Sang Legenda

Friday, November 9, 2018


Awal Mula

Sejarah Vespa dimulai lebih dari satu abad silam, tepatnya pada tahun 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di sebuah kota bernama Genoa di Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Pada awalnya bisnis Rinaldo dimulai dengan memproduksi peralatan kapal pesiar mewah. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body karoseri Truk, dan Kereta api.

Lalu pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.


Lahir Kembali

Perang Dunia ke II menjadikan perekonomian Italia sangat terpuruk. Hal ini juga berimbas pada perusahaan Piaggio. Bahkan pabrik pesawat yang ada di Pontedera dan Pisa dibom oleh pasukan sekutu. Walaupun pabriknya sudah hancur dibom, perusahaan ini tidak berhenti sampai disitu. Enrico Piaggio anak dari Rinaldo Piaggio yang akhirnya melanjutkan perusahaan ini. Enrico Piaggio memutuskan untuk menghentikan produksi pesawat terbang dan beralih memproduksi alat transportasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Italia dengan harga yang terjangkau. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio dengan perusahaan Piaggio, seorang insinyur bidang penerbangan berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya. Ia ingin membuat rancangan yang simpel, ekonomis, nyaman dan juga elegan.

D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari teknologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau “Unibody Steel Chassis” (chassis dengan struktur tunggal/besi). Garpu atau Fork depan yang dibuat seperti Ban pendaratan sebuah pesawat terbang yang mana bertujuan untuk memudahkan pada saat melakukan penggantian ban. Hasilnya adalah sebuah desain yang terinspirasi dari pesawat terbang yang sampai saat ini terlihat sangat berbeda dengan kendaraan yang lain.

Pada tahun 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang hanya sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat. Tapi yang paling mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya benar-benar diambil dari roda pesawat tempur. Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ”Kaki Lima” merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino D’Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.

Hasilnya, muncul lah untuk pertama kalinya produk motor mereka dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik. Namun, karena bentuk penutup kaki pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun menjadikan motor itu bahan lelucon dan mengatakannya sebagai motor Paperino (Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck/Bebek). Maka, D’Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut. D’Ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipenya diberi nama MP6.

Saat Enrico Piaggio pertama kali melihat protototipe MP6 itu, ia secara tidak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Dan pada akhirnya, dari seruan yang tidak disengaja itu maka diputuskanlah nama kendaraan ini sebagai  “Vespa” (Tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April tahun 1946 prototipe MP6 ini mulai diproduksi massal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia. Pada Akhir tahun 1949 kendaraan ini telah di produksi sebanyak 35.000 unit, dalam 10 tahun berikutnya telah diproduksi sebanyak 1 Juta unit pada pertengahan tahun 1950.

Selama tahun 1960'an sampai 1970'an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu. Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap dipasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India. Selain dipasar domestik produk ini ternyata laku keras bagaikan “Kacang Goreng”. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk bergabung membuat Vespa. Maka pada tahun 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman. Pada saat itu banyak juga negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Vespa yang dibuat oleh Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU.

Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era tahun 1960'an. Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu konsisten dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ”Revolusi” bentuk pada produk baru seperti Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat. Produk150 GS kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960'an. Memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut hingga saat ini dengan model dan generasi baru Vespa, mereka mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi juga salah satu Icon besar kebanggaan orang Italia.


Sejarah Vespa di Indonesia

Tahukah Anda Vespa masuk di Indonesia sejak tahun 1960. Pada waktu itu hanya PT. Dan Motors Vespa Indonesia saja lah yang menjadi importir resmi Vespa. Konon harga Vespa pada saat itu setara dengan harga sebuah rumah tipe sederhana. Dan sejak saat itulah Vespa menjadi kendaraan bermotor yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia.

Demam Vespa di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Kongo”, yaitu Vespa hadiah dari PBB yang diberikan kepada pasukan Garuda Perdamaian RI yang bertugas di Kongo pada saat itu. Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Kongo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Hingga sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Maka dari itu Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Akan tetapi maraknya ekspor Vespa sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia Secara fisik.

Keberadaan Vespa di Indonesia ternyata bisa menyatukan ratusan orang dan membuat mereka bersaudara atau lebih kerennya di sebut “Brotherhood”. Berawal dari saling bertukar informasi diantara penggemar- penggemar vespa, hubungan ini kian erat dan akhirnya terjalin persaudaraan yang melahirkan Club atau Komunitas yang tidak menonjolkan ego individu, tetapi hal ini lebih untuk membentuk persaudaraan dalam satu Komunitas guna mempererat tali persaudaraan antara sesama penggemar Vespa.